tujuan kami adalah menjadikan Halaman Komunitas ini sebagai kumpulan pengetahuan bersama yang terbaik dalam topik ini. Jika Anda menyukai Avatar, daftar dan kami akan memberitahu Anda saat kami siap menerima bantuan Anda. Anda juga dapat membuat kami memulainya dengan menyarankan
Kamis, 02 September 2010
Selasa, 31 Agustus 2010
Senin, 09 Agustus 2010
Senin, 26 Juli 2010
Rabu, 23 Juni 2010
Selasa, 22 Juni 2010
Rabu, 16 Juni 2010
पेर्बेदान

Perbedaan masyarakat desa dan kota
Posted: December 22nd, 2009 under Uncategorized.
Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
Faktor-Faktor / Unsur-Unsur Masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :
Berangotakan minimal dua orang.
Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
Ciri / Kriteria Masyarakat Yang Baik
Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpolan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
Ada sistem tindakan utama.
Saling setia pada sistem tindakan utama.
Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
Perbedaan desa dan kota
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community).
Ciri-ciri khusus masyarakat desa:http://www.blogger.com/img/blank.gif
1) Perilaku homogen.
2) Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan.
3) Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status.
4) Isolasi sosial, sehingga statis.
5) Kesatuan dan keutuhan cultural.
6) Bersifat statis, artinya kemajuan sangat lambat.
7) Banyak ritual dan nilai-nilai sacral.
8) Kolektivisme.
Ciri-ciri khusus masyarakat pekotaan:
1) Perilaku heterogen.
2) Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan.
3) Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi.
4) Mobilitassosial,sehingga dinamik.
5) Kebauran dan diversifikasi cultural.
6) Sudah mengenal teknologi yang tingggi cepat menerima kemajuan.
7) Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular.
8) Individualisme.
Hubungan Desa-Kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membuthkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan.
aspek positif dari kota:
Masyarakat kota dapat menerima perkembanggan zaman.
Masyarakat kota lebih mendapatkan kehidupan yang layak disbanding kan masyarakat desa karena tidak tergantung dalam satu bidang pekerjaan saja
Aspek negatif kota:
Terbentuknya suburban
Makin meningkatnya tuna karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
Lingkungan hidup yang sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan sosial memberi pengaruh yang negatif terhadap pendidikan generasi muda.
Aspek positif desa:
Masyarakat desa lebih kompak dalam menjaga keamanan, dan ketentraman warganya.
Masyarakat desa sangat menaati peraturan-peraturan yang telah ditetabkan.
Masyarakat desa lebih sopan dalam perkataan dan perbuatan.
Aspek nagatif desa:
Masyarakat desa kurang dapat menerima pekembangan zaman.
Masyarakat desa banyak yang masih belum bisa bekerja selain dalam sector agrasi (pertanian).
Karena perkembangan zaman banyak masyarakat desa berurbanisasi kekota yang menyebabkan bertambahnya pengangguran di kota.
KESIMPULAN DARI PENULIS
Dari data yang ada di atas dapat di simpulkan bahwa Masyarakat kota lebih banyak warganya bekerja di luar sector agraris, dan masyarakat kota lebih banyak menggunakan konsep pengandalan diri sendiri, sedangkan masyarakat desa warganya lebih banyak bekerja dari sector agraris,
DAFTAR PUSTAKA
Agus Salim, AM. 2004. Ilmu Sosial Budaya Dasar, UNM, Makassar
1994. Sosiologi 3 SMU. Jakarta: Yudistira
Fernandez Daniel.2004.sosiologi 1 SMU. Jakarta:Galaxy Puspa Mega
Senin, 12 April 2010
Kawin Muda Ngetren di Madura

Kawin Muda Ngetren di Madura
PAMEKASAN, MINGGU - Program Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) di Madura kini mulai merambah dunia pesantren, pasalnya angka perkawinan usia dini (di bawah 16 tahun) di Pulau Garam tergolong tinggi.
“Ini kita lakukan, karena ternyata berdasar data yang kita himpun dari berbagai kabupaten di Jawa Timur perkawinan usia dini terbanyak di Madura. Bahkan hampir merata di empat kabupaten. Seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan” terang Kepala BKKBN Propinsi Jawa Timur, Nunuk Lestari, di Pamekasan, Minggu.
Menurutnya, yang menjadi pemicu banyaknya warga Madura melakukan perkawinan diusia dini, karena faktor pendidikan. Kebanyakan mereka itu warga pedesaan. “Saya tidak hafal rincian angkanya, tapi yang pasti mencapai 60 persen dari total jumlah penduduk Madura, dan yang tertinggi di kabupaten Sumenep,” katanya.
Selain Madura, tren kawin di usia dini juga terjadi di daerah “Tapal Kuda” (kawasan Jatim belahan timur yang warganya banyak keturunan etnis Madura), seperti Situbondo, Bondowoso dan sebagian di Probolinggo.
“Setelah kita telusuri, ternyata di wilayah tersebut mayoritas penduduknya memang orang Madura semua,” kata Nunuk.
Makanya BKKBN berusaha mencoba memasukkan PIK-KRR ini ke pesantren-pesantren yang ada di Madura. Sebab dampak perkawinan usia dini sangat mengkhawatirkan dari segi kesehatan. Yang tak kalah pentingnya menurut Nunuk Lestaris, pendidikan keluarga oleh kedua orang tuanya pada sang anak.
Sementara Kepala BKKN Pamekasan, Drs. Musyafak menyatakan, kawin di usia dini sebenarnya persoalan tradisi, disamping memang karena pengetahuan yang terbatas. Warga etnis Madura, masih menempatkan kaum perempuan sebagai mahluk kedua setelah laki-laki. Sehingga mereka cukup lulus SD, lalu kawin.
“Yang paling memliki peran penting dalam menyadarkan pandangan seperti ini memang lembaga pesantren, dalam hal ini para ulama atau pengasuh pondok,” katanya menegaskan.
Dari total 65 pondok pesantren di Pamekasan yang sudah berkerja sama dengan BKKBN dalam program PIK-KRR baru 12 ponpes. Jika PIK-KRR nanti bisa masuk di semua lembaga pesantren, maka ia yakin perkawinan di usia dini tidak akan terjadi lagi.
“Target kita di Pamekasan tahun 2009 semua pesantren bisa dimasuki, sehingga masuk tahun 2010 nanti semuanya, warga benar-benar sehat dalam berbagai hal. Ini sesuai dengan program nasional menuju Indonesia sehat pada 2010 mendatang,” kata Musyafak.
Sabtu, 03 April 2010
PANTUN BIASA
Mending maen bola sodok
Nenek yang pandai melompat
Itu pasti neneknya kodok
Siang hari makan duren
Bilang ja kalo gue keren
Buah apel di air payau
Nggak level lah yauuuuuu….
Nenek yang pandai melompat
Itu pasti neneknya kodok
Siang hari makan duren
Bilang ja kalo gue keren
Buah apel di air payau
Nggak level lah yauuuuuu….
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)



